BUNGO,JAMBI-Tambang Batu gunung yang terletak di Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo diduga alat berat yang di pakai menggunakan bahan bakar solar bersubsidi (14/05/2024).
Perusahaan tambang batu gunung yang diketahui milik PT. Sinar bahari ceria (SBC) , menggunakan BBM bersubsidi guna meraup keuntungan yang lebih.
Dari hasil investigasi /data yang ada dilapangan, beberapa jerigen solar untuk keperluan operasional alat berat seperti unit Bego/Ekskavator dan satu unit stone breaker dan crusher.
Sementara itu, dengan adanya dugaan BBM bersubsidi yang digunakan untuk keperluan perusahaan tambang, kondisi ini cukup merugikan negara dan melanggar ketentuan dalam peraturan pertambangan.
Perpres Nomor 191 Tahun 2014 pengguna BBM tertentu termasuk solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum. Jadi walaupun sewa ataupun dimiliki industri khususnya diatas roda 6 tidak berhak menggunakan solar bersubsidi.
Karena BBM Industri, untuk pengusaha tambang berbadan Hukum yang sah dan Izin Usaha Pertambangan Produksi (IUP-Produksi), jelas dan sudah diterbitkan oleh Kementerian ESDM Pusat, tidak berlaku yang lainnya.
Bagi penambang liar, sudah harus di stop total, tanpa kompromi. Kenapa selama ini para penambang liar dan pemakai BBM Solar Bersubsidi bebas beroperasi, patut diduga didalangi/ beckingi aparat penegak Hukum dan mengenai penggunaan BBM Solar Bersubsidi, diadakan oleh para pemain minyak liar sebagai pemasok ke Tambang Liar.
Dan tidak tertutup kemungkinan, melibatkan oknum aparat hukum dan Pemerintah dari institusi yang kuat dan ditakuti, sebagai pemasok.
Jika dihitung dalam perhari (bekerja full) akan menghabiskan lebih kurang 200 liter atau sekitar 6 Galon (Enam Drigen). Bayangkan jika satu lokasi tambang menggunakan tiga alat berat, berarti akan menghabiskan BBM Solar Bersubsidi 600 litar.
Sementara, hingga berita ini ditulis pihak Tambang Atas nama budi PT sinar bahari ceria enggan dimintai keterangan permasalahan Izin pengunaan bahan peledak maupun penggunaan solar bersubsidi Bahkan seakan menghindaribawak media.
(Rena)









Komentar