SUMBAR-Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Sungai rumbai kabupaten damasraya provinsi sumatra barat sangat menjamur.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No.14.275.586 di daerah tersebut kedapatan dengan bebas melayani para pelangsir yang membawa puluhan mobil truck mengatri panjang tanpa adanya pengawasan ketat dari pihak berwenang, aksi tersebut juga terbungkus dengan aksi premanisme para oknum seolah olah menguasai wilayah SPBU tersebut.
Antrean panjang para pelangsir BBM bersubsidi jenis solar kini telah menjadi pemandangan yang lumrah di SPBU sungai rumbai di pinggir lintas sumatra beraksi malam hari hingga dini hari. Ironisnya, aktivitas ilegal yang mencolok ini terkesan dibiarkan, pasalnya nomor SPBU sengaja tidak di berikan pencahayaan agar tidak tampak oleh publik tanpa ada tindakan tegas atau pengawasan dari instansi terkait.
Kalau di sini sudah lumrah, melihat truk-truk antre panjang dengan jarak hanya sejengkal jari ,” kata Nasir, salah seorang sopir bus pariwisata yang ditemui langsung oleh media satujalurnews.id di SPBU tersebut Sabtu (6/6/2026)
Fenomena ini sejatinya bukannya luput sama sekali dari endusan aparat hukum, namun aksi tersebut kebal hukum.
Puluhan mobil truck yang dimodifikasi untuk menyelundupkan bahan bakar tersebut,
Dalam menjalankan aksinya licikyang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.
Dengan menggunakan modus dengan memanfaatkan barcode atau kartu rekomendasi milik orang lain agar bisa menyedot BBM bersubsidi dalam jumlah besar serta berulang ulang.
BBM hasil langsir tersebut kemudian diselundupkan dan dijual kembali ke sejumlah pabrik industri serta di jual mahal di kabupaten tetangga kabupaten bungo.serta diecer ke para petani lokal yang sedang membutuhkan.
Terkait terbitnya pemberitaan ini konsumen menginginkan SPBU bersih dari mafia Minyak subsidi serta menyalurkan BBM sesuai SOP dan tepat sasaran.
(RENA)









Komentar