LUBUK LINGGAU- Sejumlah warga yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.316.93 terawas suku tengah lakitan ulu kecamatan musi rawas Sumatra Selatan, kecewa dengan sikap pihak SPBU tersebut yang kerap mengaku kehabisan stok. Padahal, hampir setiap hari warga melihat aktivitas yang dilakukan oknum melayani pembeli menggunakan jeriken.
Bahkan, warga disana menduga penjualan solar dan pertalit bersubsidi diduga dijual ke kalangan industri. Hal itu diyakini, adanya permainan antara pengusaha dengan oknum yang membeli solar tersebut.
Sehingga tidak mengherankan kalau hampir setiap hari di SPBU tersebut buka antrian kendaraan transportasi melainkan melayani spesialis pengisian oknum membawa Galon jerigen berbagai macam Ukuran.
Tidak tanggung tanggung usai pelangsir mengatri berkali kali, aksi penyulingan (salin) minyak jenis subsidi pertalit tersebut langsung di lakukan oleh pelaku di wilayah SPBU tampa di tutup tutupi.
Aksi yang berani melawan aturan tersebut terlihat jelas oleh masyarakat dan konsumen lainya yang turut mengantri panjang waktu berjam jam lamanya, bahkan kerap kali konsumen yang harusnya berhak mendapatkan BBM Malah kehabisan.
Sepertinya aktivitas ini rutin dilakukan aktifitas kebal hukum dan tidak adanya pengawasan dari SBM Hiswana Migas wilayah Sumtra selatan.
Selain Diizinkan antri pihak SPBU diduga. Juga memungut KR sebesar Rp.20.000/galon dari pelangsir, mobil antri juga menggunakan tengki modifikasi kapasitas besar dan melakukan pengisian berulang. Ulang kali
(Rena)









Komentar