Warga Talang Pantai Geram Jalan Penuh Lubang Dan Drainase Ambruk, Akibat Mobil Muatan Galian C

Informasi1160 Dilihat

BUNGO, JAMBI – Infrastruktur-infrastruktur di Dusun Talang Pantai Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo banyak yang rusak akibat adanya aktifitas galian C. Keberadaan galian C di Dusun Talang Pantai yang diduga ilegal dan lepas dari perhatian APH membuat penderitaan masyarakat semakin mendalam karena udara dan air yang di butuhkan masyarakat sehari-hari sudah kotor.

Kepada wartawan, masyarakat desa Talang Pantai merasa kecewa dan dirugikan oleh pengusaha galian C karena aktifitas ilegal yang terjadi di sungai batang Bungo membuat jalan rusak parah dan air sungai yang tidak bisa lagi di manfaatkan warga karna sudah sangat tercemar akibat galian C. Ironisnya jalan rusak tidak hanya menghambat aktifitas namun masyarakat harus rela menghisap debu-debu jalan.

Baca Juga :  Peredaran Rokok ilegal Di Batang hari Kian menjadi-jadi

“Tolong la mobil truk galian C jangan lewat dalam desa. Setiap hari kami harus menghirup udara kotor karena jalan rusak dan debu jalan banyak dan tentunya akan mempengaruhi kesehatan warga,” papar Elza, salah satu warga yang rumahnya selalu dilewati truk pasir.

Baca Juga :  Pilkada Usai, Jimmy Ajak Pemerintah, Pengusaha dan Media Bersatu Bangun Bungo

Selain jalan, infrastruktur yang rusak akibat tingginya mobilitas truk-truk galian C membuat saluran pembuangan yang ada rusak berat. Jika hal ini tidak ditanggapi ataupun diperhatikan, masyarakat khawatir badan jalan yang selalu dilewati puluhan truk pasir akan runtuh.

“Coba lihat drainase juga rusak bg. Jika truk – truk galian C dibiarkan terus, takutnya badan jalan akan semakin sempit karena badan jalan ditakutkan runtuh,” terangnya pula.

Maraknya aktifitas galian C yang diduga ilegal di Talang Pantai membuat pemerintah desa memberikan peringatan atau larangan agar truk – truk pasir tidak melewati jalan desa, namun nampaknya hal itu tidak diindahkan dan terbukti sampai saat ini aktifitas ilegal yang merugikan masyarakat semakin meningkat.

Baca Juga :  Buntut Kasus PT.KIM : LSM MAPPAN desak Kementerian ESDM Copot Inspektur Tambang Perwakilan Jambi

” Didepan sudah ada Pelang larangan agar truk – truk pasir dilarang masuk, tapi plang itu nampaknya hanya menjadi pajangan saja karena sampai sekarang kami harus rela dan pasrah menghirup udara kotor karena jalan rusak,” tutupnya

(Ari)

Komentar