Penangkapan BB Excavator Hanya Formalitas, Diduga APH Masih Terima Setoran Tambang Ilegal Dari Fahmi

Informasi1546 Dilihat

P – Pemain PETI Bebas Beroperasi di Batu Kerbau, Karena Diduga dijaga Oknum Polisi

MUARA BUNGO – Kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo semakin menarik untuk dikupas. Jika sebelumnya beredar rekaman yang menyebutkan pemain PETI menyiapkan uang setoran Rp2 Juta untuk satu alat berat, ternyata sebelum itu aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo diwilayah Pelapat diduga telah menerima setoran dengan jumlah yang cukup mengiurkan.

Dalam pantauan awak media dilapangan, Fahmi yang diduga selalu Kordinator pemain PETI di Batu Kerbau yang saat ini masih bebas beraktifitas di Batu Kerbau dan beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan khusus dengan aparat penegak hukum di wilayah Pelepat demi memuluskan aktifitas ilegal yang ada di Batu Kerbau.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, Fahmi bersama petinggi aparat penegak hukum di Pelepat sebelum bulan puasa kemarin melakukan pertemuan di salah satu cafe tepatnya didekat Kantor Pajak Muara Bungo. Dalam pertemuan tersebut dikabarkan sebanyak Rp100 san juta lebih di transfer ke Rekening BRI atas nama NT orang kepercayaan oknum APH tersebut.

Baca Juga :  Casino criptomonedas España: pasos y métodos

Fahmi, kepada wartawan mengaku tidak pernah memberikan setoran kepada aparat kepolisian terkait aktifitasnya di Batu Kerbau. Meskipun dirinya membantah, namun dia juga dengan tegas mengatakan bahwa di Batu Kerbau ada satu alat berat miliknya yang sampai saat ini masih beroperasi.

“Semua berita itu tidak benar. Tidak ada kapolsek minta jatah,” bebernya dengan tergesa-gesa dan seolah-olah ada yang sudah mengajarinya untuk mengutarakan pernyataan itu, Kamis (25/4/2024) dan setelah itu Fahmi langsung pergi meninggalkan kerumunan para awak media.

Baca Juga :  Diduga Pemalsuan Dokumen sejumlah Rio Batang Bungo Diperiksa Tim Bareskrim Polri

“Iyo klo rekam suaro tu benar bg. Kalu alat ambo ciek lah bg,” tegas Fahmi via pesan WhatsAp beberapa wamtu lalu.

Terkait adanya kabar adanya duit keamanan yang dari pemain PETI kepada aparat penegak hukum, Abun Yani, Ketua LSM LIPPAN Kabupaten Bungo kembali menyayangkan hal tersebut. Dirinya mengaku heran dengan pihak kepolisian tidak bergeming sama sekali untuk menyikapi bocornya rekaman dari salah satu pemain PETI di Batu Kerbau itu.

“Aneh saja, Fahmi yang diduga sebagai kordinator pengumpulan dana untuk keamanan yang sudah berbicara adanya setoran untuk bisa bebas sementara dirinya sudah mencoreng nama baik kepolisian,” tuturnya.

Abun juga meminta kepada Kapolres Bungo untuk dapat meluruskan pemberitaan yang sudah mencoreng nama baik aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo. Menurutnya jika masalah ini dibiarkan begitu saja, maka bisa jadi kepercayaan masyarakat akan semakin menurun, karena praktek ilegal di Kabupaten Bungo diduga dibekengi aparat, karena adanya duit keamanan.

Baca Juga :  Polsek Pelepat Tertibkan Pelangsir BBM Subsidi di Dua SPBU Wilayah Bungo

“Sudah jelas Fahmi selaku pemain PETI mengaku punya alat berat di Batu Kerbau, dirinya juga menyebutkan bahwa adanya itikad untuk membantu pihak kepolisian. Apalagi ini kembali beredar isu ada dugaan setoran sekitar Rp100 san juta lebih kepada oknum APH, maka dari itu kami sangat berharap aparat penegak hukum bisa turun dan menyelesaikan persoalan ini dengan terang benderang,” tegasnya.

“Kami juga minta kepada Propam Polda Jambi dan Propam Polres Bungo agar turun tangan untuk menyikapinya dengan tegas dan transparan, agar masyarakat bisa menilai positif kinerja polri di Kabupaten Bungo ini,” tegasnya.

(Y.R)

Komentar